Celeb & Entertainment

Hunter Hayes: Invisible, Curhat Soal Pengalaman jadi Korban Bullying

Published by : Astri Soeparyono Posted on : Rabu, 15 Oktober 2014

Hunter Hayes: Invisible, Curhat Soal Pengalaman jadi Korban Bullying

Lewat album barunya, Storyline, Hunter Hayes mengajak kita untuk mengikuti perjalanan hidupnya. Bagi Hunter, album ini seperti diari berisi pengalamannya sebagai musisi, keliling dunia, dan perjuangannya mewujudkan mimpi. Dan di lagu Invisible, Hunter curhat soal pengalaman jadi korban bullying.

 

(Baca juga: Hunter Hayes Menikmati Kesendirian)

 

Lebih dewasa di Storyline

"Storyline is a series of songs that talk about life and love," aku Hunter soal album keduanya. Di album ini, Hunter mengaku sudah lebih dewasa dari segi musik dan lirik. Karena itu, Hunter merasa album Storyline ini lebih matang dan hebat dibanding album pertama yang melejitkan namanya dulu.

 

Salah satu kekuatan utama lagu-lagu Hunter terletak dalam lirik. Bagi Hunter, setiap lirik yang ditulisnya itu mencerminkan dirinya, lho. "Lirik-lirik laguku selalu jujur. Apa yang aku tulis itu merepresentasikan pendapatku dan filosofi yang kupegang," akunya. Enggak heran jika keseluruhan lagu di album ini terdengar begitu emosional, terutama single pertama, Invisible.

 

 

Meski puas dengan album Storyline, Hunter merasa masih harus belajar dan mengembangkan kreativitasnya untuk melahirkan lagu yang jauh lebih keren lagi. "Aku masih dalam proses mencari. Musik menurutku adalah proses pencarian, Meski kita enggak pernah tahu hasil yang nanti akan ditemukan, proses pencarian ini rasanya sangat menyenangkan," jelas Hunter.

 

(Baca juga: Hunter Hayes: Country Boy from Lousiana)

 

It's Okay Being Different

Dari sekian banyak lagu yang sudah diciptakan Hunter, Invisible bisa dibilang sebagai lagu paling berkesan baginya. Soalnya, Invisible merupakan curahan hati  Hunter tentang pengalaman buruknya sewaktu jadi korban bullying.

 

"Invisible bercerita tentang seseorang yang merasa dikucilkan. Hal ini berangkat dari pengalamanku waktu sekolah dulu. I am a music nerd, a music geek, somebody who doesn't really fit in otherwise," kenang Hunter. Dalam lagu ini, Hunter bercerita bahwa banyak remaja yang merasa bahwa jadi berbeda itu adalah sesuatu yang buruk. Padahal, enggak ada salahnya kok menjadi berbeda, Bahkan hal tersebut bisa membantu dalam menggapai impian kita.

 

 

"Aku memang enggak pernah di-bully secara fisik tapi aku selalu dikucilkan. Setiap harinya, aku selalu mencari tahu apa aku sudah berbuat salah? Sampai akhirnya aku sadar bahwa aku enggak pernah berbuat salah. Sekarang, aku harap aku bisa berkata kepada mereka yang berada di posisiku dulu, 'Dude, don't even worry about it. Kamu cuma melakukan hal yang kamu suka dan suatu hari nanti kamu akan melihat hasilnya'," ujar Hunter.

 

Meski butuh waktu lama, Hunter akhirnya bisa membuktikan kalau dia berhasil menggapai impiannya karena tekun melakukan apa yang disukainya. "Penting bagi kita untuk memperjuangkan setiap impian. Jika kita percaya kepada diri sendiri dan menerima diri kita apa adanya, hal tersebut akan membuat hidup jadi lebih indah," ucap Hunter.

 

Ketika ditanya siapa orang yang paling berpengaruh dalam membantunya melewati masa-masa sulit itu, Hunter dengan mantap menjawab kedua orangtuanya. Hunter beruntung mempunyai orangtua yang luar biasa dan selalu mendukungnya. Selain itu, Hunter juga punya musisi idola yang secara enggak langsung memberinya harapan bahwa suatu hari nanti dia pasti berhasil.

 

(Baca juga: Hunter Hayes: 5 Hal Unik yang Wajib Diketahui)

 

(iif, foto: tumblr.com, rebloggy.com)

 

author :

Astri Soeparyono

Managing Editor untuk kawankumagz.com. Selama bekerja di kaWanku pernah wawancara langsung sama Justin Bieber, Greyson Chance, David Archuleta, Jessie J, Maroon 5, dan masih banyak lagi. Tapi, belum pernah ketemu langsung 30 Seconds to Mars.

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN