Celeb & Entertainment

Ali Stroker Glee Project: "Being Me is Enough!"

Published by : Astri Soeparyono Posted on : Kamis, 15 November 2012

Ali Stroker Glee Project: "Being Me is Enough!"

Ali Stroker, salah satu finalis Glee Project season kedua ini memang menginspirasi! Suaranya yang merdu dan semangatnya bikin banyak orang kagum padanya. Sebenarny, Ali adalah penyanyi Mezzo-Soprano, tetapi karena tubuhnya lumpuh dari dada ke bawah, menyebabkan diafragma, perut, dan inti tubuhnya tidak sama seperti penyanyi Mezzo-Soprano lainnya. Dia harus membuat sendiri teknik menyanyi yang bisa bekerja sama dengan keadaan tubuhnya.

 

Bercita-cita menjadi bintang

Kecelakaan mobil yang menimpanya saat usia dua tahun tidak membuat Ali melupakan impiannya. Dia tetap berjuang untuk meraih impiannya menjadi bintang. Ali baru saja lulus dari universitas New York Tisch School of the Arts, dimana dia mempelajari teater musikal dan drama.

 

Sjak usia enam tahun, Ali sudah aktif membintangi teater. Dia telah membintangi hampir 30 drama. Belum lama ini dia mendapat peran di summer theater program, di Amsterdam. Dia memerankan suster Aloysius, dalam drama Doubt. Yup, dia adalah aktris, penyanyi, penulis dan juga dancer. Ali sangat multitalented ya?

 

Nyaman dengan tubuhnya

Di bulan terakhirnya kuliah, Ali telah menandatangani kontrak dengan agensi bakat, dan telah membintangi iklan MasterCard. Ali juga pernah merasa frustasi dengan keadaan tubuhnya ketika itu. Tetapi Ali merasa kalau keadaan tubuhnya membuatnya mendapat kesempatan besar seperti sekarang,

 

"Aku enggak akan bisa sejauh ini kalau bukan karena bantuan kursi rodaku. Sejarah hidupku membantuku dalam karir," cerita Ali.

 

Mencoba untuk menginspirasi

Ali ingin orang-orang yang bernasib sama sepertinya, bisa bangkit dari kesedihan dan mencapai impiannya. Musim panas tahun lalu Ali pergi ke Afrika Selatan, menghibur anak kecil yang menderita AIDS dengan membacakan buku cerita.

 

Dia juga menjadi juru bicara untuk sebuah perusahaan kursi roda bernama Colours Wheelchair dan juga organisasi Dana & Reeve, sebuah organisasi yang memiliki misi untuk menyembuhkan kelumpuhan dengan cara mengumpulkan sumbangan.

 

Anti Bullying

Ali juga bekerjasama dalam kampanye Anti Bullying milik peserta Glee Project lainnya Dani Shay, Be More Heroic. Ali merasa cukup beruntung karena selama di sekolah dia tidak pernah mengalami bullying dari teman-temannya. Tetapi, kematian Tyler Clementi di kotanya karena bullying membuat dia ingin membuat perubahan.

 

"Tyler tinggal di kota yang sama denganku, dan dia juga satu angkatan di SMA yang sama dengan adikku. Aku merasa aku merasa harus membuat perubahan yang baik. Walaupun cuma kehidupan satu orang saja," ujar Ali. "Tim Be More Heroic ingin mempopulerkan kebudayaan melakukan kebaikan adalah hal yang keren," tambahnya.

 

(tisha, foto: gleeksource.com)

 

author :

Astri Soeparyono

Managing Editor untuk kawankumagz.com. Selama bekerja di kaWanku pernah wawancara langsung sama Justin Bieber, Greyson Chance, David Archuleta, Jessie J, Maroon 5, dan masih banyak lagi. Tapi, belum pernah ketemu langsung 30 Seconds to Mars.

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN